
Melalui kegiatan ini, ditegaskan pula bahwa sekolah memiliki peran penting dalam menangani persoalan psikologis peserta didik. Sekolah perlu menjadi lingkungan yang nyaman dan suportif dengan menghadirkan pendengar yang baik bagi para siswa. Untuk mewujudkan sekolah yang peduli terhadap kesehatan mental, diperlukan beberapa komponen penting, di antaranya kesadaran seluruh pemangku kepentingan, kebijakan sekolah yang mendukung kesejahteraan siswa, keterlibatan guru dan siswa terpilih, serta adanya SOP atau alur penanganan siswa yang jelas.
Salah satu siswa yang mengikuti kegiatan ini mengaku senang karena mendapatkan wawasan baru, khususnya mengenai psikologi dan cara menjadi pendengar yang baik ketika menghadapi teman yang sedang mengalami masalah. Menurutnya, sosialisasi ini membantu para siswa memiliki pola pikir yang lebih peduli, responsif, dan empatik terhadap lingkungan sekitar.
Diharapkan melalui kegiatan ini akan tumbuh duta-duta P3LP di lingkungan sekolah, yaitu para pelajar yang mampu menjadi pendengar, pendamping, sekaligus pemberi dukungan awal bagi teman-temannya yang sedang menghadapi situasi krisis, tekanan, bencana, maupun syok emosional.

Bulan Agustus tahun ini menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar sekolah. Peringatan Hari Ulang

"Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045" Jumat, 14 A

SMPN 4 Muncar Satu Atap kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua