Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi para murid untuk mengembangkan kreativitas, membangun komunikasi, meningkatkan rasa percaya diri, serta menumbuhkan semangat gotong royong. Kebersamaan yang terjalin selama kegiatan mencerminkan tingginya kepedulian sosial dan semangat bekerja sama. Nilai-nilai tersebut juga selaras dengan keteladanan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, khususnya dalam membangun persaudaraan, kepedulian, dan akhlak mulia.
Puncak rangkaian kegiatan dilaksanakan pada Senin, 24 Agustus, melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertempat di Musala An-Nur. Peringatan dilaksanakan secara sederhana, namun berlangsung khidmat dan memberikan kesan mendalam bagi seluruh murid.
Dalam tausiyahnya, Ibu Zahra selaku guru Pendidikan Agama Islam menyampaikan pentingnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut beliau, kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya diungkapkan melalui ucapan, tetapi harus diwujudkan melalui sikap dan perilaku dengan berusaha mengikuti sunnah serta meneladani akhlak beliau.
Allah SWT telah memuji keluhuran akhlak Rasulullah sebagaimana firman-Nya:
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
“Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4)
Rasulullah SAW juga merupakan sosok yang ditetapkan sebagai teladan terbaik bagi umat manusia. Allah SWT berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
“Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian.” (QS. Al-Ahzab: 21)
Di akhir tausiyah, para murid diajak untuk senantiasa memperbanyak salawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu bentuk kecintaan kepada Rosulullah. Sebab, kecintaan kepada seseorang akan mendorong seseorang untuk senantiasa mengingat dan menyebutnya. Karena itu, mencintai Rasulullah hendaknya diwujudkan dengan memperbanyak salawat, mengenal ajarannya, serta berusaha meneladani akhlak dan sunnahnya dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian peringatan kemerdekaan dan Maulid Nabi ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Semangat kemerdekaan hendaknya menumbuhkan jiwa nasionalisme, persatuan, sportivitas, dan gotong royong, sementara peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk menanamkan kecintaan kepada Rasulullah SAW serta membentuk generasi yang berakhlak mulia.
.jpeg&w=1200&q=75)
.jpeg&w=1200&q=75)

.jpeg&w=1200&q=75)



Semoga melalui rangkaian kegiatan ini, seluruh keluarga besar sekolah semakin mempererat persaudaraan, meningkatkan semangat kebersamaan, serta mampu meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kita semua senantiasa mendapatkan keberkahan dan kelak memperoleh syafaat Rasulullah SAW. Aamiin.
Dapatkan informasi terkait kagiatan sekolah di laman website http://smpn4muncarsatuatap.sch.id/ atau melalui media sosial sekolah FB; Satap Muncar, Ig; smpn4muncar_satuatap.

"Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045" Jumat, 14 A

SMPN 4 Muncar Satu Atap kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua

Setiap pertemuan akan bermuara pada perpisahan, namun jejak pengabdian akan selalu hidup dalam kenan